Hai...

Hai...

Senin, 14 Juni 2010

PUISI Nama-Arif;budi

Manusia Berdosa
Karya : Arif Budiyanto

Ajal sudah tumpah ke muka bumi
Reruntuhan manusia yang suci
Indahnya muka, amal, dan ibadah tak berarti
Fajar pasti akan dikalahkan oleh bara api

Bumi hilang dilalap kelamnya langit
Umur dunia siapa yang tahu
Dunia mulai rusak, remuk, hancur menjadi debu terbuang
Izinkan makhluk terkutuk ini tuk pinta hormat
Ya Allah, berikan pancaran cahaya kepada kami
Akankah diri dan bumi ini sanggup memasuki istanamu
Namun kami tak dapat menengadah
Tuk kembali menjadi manusia sejernih air
Oh Tuhan… kami manusia yang berdosa

PUISI Nama-Anggun

Kerikil Kehidupan
Karya : Anggun Praptaningsih

Awan melancar jauh di udara
Nan hitam kelam mengepul angkasa
Gemuruh jiwa diam bergugur
Gerimis terpecah jiwa menengadah
Umat manusia tersimpu dalam do’a
Niat jelaskan hati kan mengetuk kalbu

Pekik terasa berat mengasa
Rasa hampa sang kala jiwa beriba
Amat sukar badan menopang jangkar kehidupan
Pancaran cahaya hilang di tembus asa
Tapi satu jiwa kan berkobar
Angan terasa berat menantang
Nurani pun menangis dalam do’a
Inikah balasmu ya Tuhan ?
Niat hati mengantar senyum sutera
Gembira cita kan terhempas
Satu asa kan menembus dekapan kalbu
Izzatan hati menyambut fana kehidupan
Hangat dunia menyelimuti sukma jiwa

PUISI Nama-Agus

Kisahku dan Dirinya
Karya : Agustian Dwi Nugroho

Air mata telah jatuh di pelukmu, takkan mampu menahan perihnya
Gerak-gerikmu menampakkan kesakitan
Usangnya dirimu pertanda bahwa engkau menyerah pada arti hidup
Setiap sakit yang kau rasakan menyatu dalam perihku
Tuhan tolonglah beri aku kekuatan agar dapat merubah dirinya
Inikah dirinya yang sekarang ?
Aku sungguh peduli akan dirinya
Nuraniku untuk menolongmu kini sudah bulat

Direlung kata hatiku, ku gerakkan diriku
Warna-warna yang telah pudar
Ingatanmu tentang diriku kini tinggal amarah

Nanti, esok hari, aku hanya ingin melihatmu bahagia
Untuk selamanya, kuharap begitu
Gempitamu yang indah, sejukkan jiwa ini
Ratapan wajahmu yang selalu ku ingat
Oh Tuhan berikan dirinya kebahagiaan
Hanya untuk dirinya
Oh… Tuhan, Ku mohon…

Minggu, 13 Juni 2010

PUISI Nama-Agung


Keputusan yang Tertunda
Karya : Agung Kurniawan
18 05 2010

Andai aku bisa memilih
Gaetan cinta yang murni dengan persahabatan yang abadi
Ukiran cinta yang menempel erat dihati, semakin membuatku nanar
Nama persahabatan yang terukir di batang pinang semakin membuatku tenggelam dalam kenanaran
Gana cinta seorang wanita yang membuatku tergugah

Keagungan cintanya yang membuatku bangun dan lari dari kesendirian
Untuknya kan ku pertaruhkan jiwaku
Ragaku kan ku serahkan seluruhnya kepadanya
Nafas ku pun kan ku relakan untuknya
Ilafinya yang baik membuatku tenang dan yakin kepadanya
Akhirnya aku tak ragu lagi
Wibawa cintanya yang muncul perlahan membuatku yakin dengannya
Ayat-ayat cinta yang mulai berseru, meyakinkan ku
Nimbulkan keyakinan, dialah pilihanku…

PUISI Nama-Adlina

Kasih Mu
Karya: Adlina Nur Fakhrana

Ayah engkau pencari nafkah
Dengan hati yang tulus
Lelah, lesu atau jenuh tidak kau rasakan
Ibu tiada terbatas kasih sayangmu
Nakalnya tingkahku kadang buatmu marah
Akan ku ingat selalu dalam hatiku

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Untukmu ayah dan ibu
Raut wajahmu selalu dalam benakku

Foto gambarmu selalu ku ukir dalam hatiku
Aku selalu berdo’a untukmu Ayah, Ibu
Kau adalah pelitaku
Hidupmu menjadi penerangku
Rasa ingin bersamamu Ayah, Ibu
Aku bangga menjadi anakmu
Namamu bagaikan embun penyejuk dalam kehausan
Ayah, Ibu terima kasihku

PUISI Nama-Abdul


Tuhanku
Karya: Abdul Faqih Fiamrillah

Allahuakbar Allahuakbar
Berserah diri aku pada Mu
Dan bertaqwa aku pada Mu ya Tuhanku
Untuk menikmati janji Mu ya Allah
Lailahaillaulah

Fitrah yang kau berikan kepadaku
Akan aku amalkan
Quran dan hadist
Insyaallah
Hingga terpejam penglihatanku

Fikirku meyakinkan
Indah keduniaan menjerumuskan
Aku yakin keindahan hanya diakhirat
Mengingat akan ibadah kepada Mu
Robbana, aku bersujud kepada Mu
Iman aku pada Mu
Lambing kefaqihan aku tonjolkan
Langkah ku pertegas menuju surga Mu
Allah ya Tuhanku
Hikmah selalu kau berikan kepadaku

Rabu, 19 Mei 2010

PUISI Nama-Ayus

Arti Sahabat yang Tak Ternilai
Karya : Ayustia Damayanti

Aku dan dia….
Yang selalu bersama
Untuk canda, tawa serta duka
Sulit mencari serta melupakan
Tak tergantikan!
Indahnya nian elok sepadan
Alangkah indah bila dipandang
Diamond saja bagaikan sandang
Aku senang berlinang air mata
Mendapatkan sahabat tiada tara
Andai semua teman menjadi sahabat
Yang hebat semakin kuat
Andaikan benci menjadi cinta
Niatkan kesucian menjadi bahagia
Tidak ada yang saling dendam, ya padamkan semua!
Indahnya dunia ini, ikatan persahabatan



Pelangi
Karya : Ayustia Damayanti


Angkasa biru dihias oleh warna
Yng berkemilau ketenangan jiwa
Untuk kesejukan hati
Suasana dibias cahaya matahari
Tiada henti memberi kesenangan, sangat elok
Ingin rasanya terbang ke angkasa
Ambil satu warna saja

Di balik bukit, lembah yang sempit
Air hujan membasahi permukaan
Membias terbentuk pelangi di dataran
Andai saja selalu ada
Yang menghias angkasa jauh di sana
Andaikan aku terbang
Nan tinggi, sangat tinggi
Tetap di dekat pelangi ku berdiri, seraya kuberucap:
Indahnya pelangi menghiasi jagad raya ini