Hai...

Hai...

Senin, 14 Juni 2010

PUISI Nama-Dhea

Bintang Ku
Karya : Dhea Andryani Awitasari

Damai hatiku bersamamu
Hangatnya secangkir the kasih sayang
Entah mengapa kurasakan itu
Apakah ini yang dinamakan cinta ?

Aku lambung pelangi malam
Nada-nada alunan kasih
Dari bidadari kayangan
Rindu kalbu selalu menyelimuti
Yaum indah bersamamu
Andai kita sepasang merpati yang selalu bersama
Niscaya ku akan habiskan sisa umurku bersamamu
Itu titik lilin terangku bersamamu

Andai kau mentari pagi yang menyinari fajarku
Waktu kan ku putar untukmu
Indah wajah sucimu
Terang bersinar bagai bintang
Alunan lagu nan merdu
Simphoni indah kau lantunkan
Anjungan cinta tak kan kering untukmu
Rahasia hatiku
IBU…

PUISI Nama-Dania

Suram Kehidupan
Karya : Dania Septiani

Dunia kelam menghampiri
Alangkah suram kehidupan kini
Niat kukuh merangkup
Ingin ubah kenyataan ini
Asa demi asa berubah fakta

Suram kehidupan kini
Egois kehidupan kini
Pacu nafsu sendiri
Tanpa otak kanan-kiri memikirkan efeknya
Inilah lukisan kehidupan
Ambisi menghancurkan segalanya
Naas kini menyelimuti
Indah hidup tak terasa lagi

PUISI Nama-Chandra

Tangisan Alam
Karya : Chandra Arman Brasali

Cuaca tak pernah bersahabat
Hari-hari makin kelam
Alam merintih menahan duka
Namun insane tidak peduli
Diwarnai dengan nafsu angkara
Rasa kuasa tak pernah sirna
Akankah semua abadi ?

Alangkah rakusnya manusia
Rasa sayang telah mati
Meski telah banyak tanda-tanda
Akan terjadi bencana
Nurani semakin dengki

Bilakah semua berlalu
Ratap tangis tiada lagi
Alam tersenyum kembali
Suara dendangnya terdengar merdu
Abadi nan berirama
Luapan cinta setiap manusia
Inginkan bahagia bagi sesama

PUISI Nama-Capriati

Ibu
Karya : Capriati Annisa Bening

Cantik parasmu sungguh mempesona
Angin pagi kubaskan hitam lebat rambutmu
Pribadimu bagaikan mutiara yang berkilauan
Rasa kasih sayangmu, menembus dinding sukmaku
Ingin selalu  merasakan belay hangat kasihmu
Alunan kata darimu selalu terngiang dibenakku
Tergores indah dalam suara lembutmu
Isak tangis menyertai nafasku

Ah… biarkan dewi malam dan mentari
Nuansa itu sibuk sendiri
Nanti ataupun nanti ku kan tetap sayang
Ilmu hatimu bagaikan fenomena alam yang indah
Sanubarimu penuh sejuta kasih
Ayat suci kau lantunkan demi kesejahteraan hidupku

Bayangkara hatimu menjaga setiap langkahku
Entah mengapa kau lakukan semua ini
Nuraniku tergores indah bersamamu
Ingin sekali ku rekatkan sebuah baktiku di hatimu
Niscaya tanganku tak sampai menyentuhmu
Galau kalbuku, tanpamu Ibu…

PUISI Nama-Bayu

Bila Tiba Ajalku
Karya : Bayu Prayudi Wibowo

Bila ajalku telah tiba
Aku takkan bisa apa-apa
Yang kubawa hanyalah amalku di dunia
Untuk dipertanggung jawabkan dihadapannya

Prilaku busuk yang kulakukkan selama ini
Roda hidupku yang kurang baik
Apakah tuhan akan mengampuninya
Yang ku harap adalah ampunannya
Untuk ditimbang amalku di sana
Dan hanya satu yang bisa menyelamatkanku
Itulah amal perbuatanku

Waktu sangkakala ditiupkan ke – 2 kalinya
Itulah dimana orang-orang di bangkitkan
Berbagai umat berkumpul disana
Orang-orang tenggelam dengan keringatnya
Waktu itu orang-orang ditimbang amalnya
Oh.. bagaimana nasibku

PUISI Nama-Ayus


Arti Sahabat yang Tak Ternilai
Karya : Ayustia Damayanti

Aku dan dia….
Yang selalu bersama
Untuk canda, tawa serta duka
Sulit mencari serta melupakan
Tak tergantikan!
Indahnya nian elok sepadan
Alangkah indah bila dipandang
Diamond saja bagaikan sandang
Aku senang berlinang air mata
Mendapatkan sahabat tiada tara
Andai semua teman menjadi sahabat
Yang hebat semakin kuat
Andaikan benci menjadi cinta
Niatkan kesucian menjadi  bahagia
Tidak ada yang saling dendam, ya padamkan semua!
Indahnya dunia ini, ikatan persahabatan



Pelangi
Karya : Ayustia Damayanti


Angkasa biru dihias oleh warna
Yng berkemilau ketenangan jiwa
Untuk kesejukan hati
Suasana dibias cahaya matahari
Tiada henti memberi kesenangan, sangat elok
Ingin rasanya terbang ke angkasa
Ambil satu warna saja

Di balik bukit, lembah yang sempit
Air hujan membasahi permukaan
Membias terbentuk pelangi di dataran
Andai saja selalu ada
Yang menghias angkasa jauh di sana
Andaikan aku terbang
Nan tinggi, sangat tinggi
Tetap di dekat pelangi ku berdiri, seraya kuberucap:
Indahnya pelangi menghiasi jagad raya ini

PUISI Nama-Arif;budi

Manusia Berdosa
Karya : Arif Budiyanto

Ajal sudah tumpah ke muka bumi
Reruntuhan manusia yang suci
Indahnya muka, amal, dan ibadah tak berarti
Fajar pasti akan dikalahkan oleh bara api

Bumi hilang dilalap kelamnya langit
Umur dunia siapa yang tahu
Dunia mulai rusak, remuk, hancur menjadi debu terbuang
Izinkan makhluk terkutuk ini tuk pinta hormat
Ya Allah, berikan pancaran cahaya kepada kami
Akankah diri dan bumi ini sanggup memasuki istanamu
Namun kami tak dapat menengadah
Tuk kembali menjadi manusia sejernih air
Oh Tuhan… kami manusia yang berdosa